Kamis, 04 Desember 2014

Wawancara dan Penyusunan Panduan Wawancara di Tk


BAB 1
Wawancara dan Penyusunan Panduan Wawancara di Tk
a.      Wawancara dalam Evaluasi AUD
Wawancara adalah suatu teknik pengumpulan data yang dapat dilakukan guru untuk mendapatkan informasi tentang perkembangan dan permasalahan anak dengan cara melakukan percakapan langsung, baik dengan anak ataupun orangtua. Dengan wawancara, guru dapat menggali lebih jauh kondisi objektif anak. Teknik wawancara terbagi atas dua bentuk, yaitu wawancara terstruktur (menggunakan daftar pertanyaan tertulis/kuisioner) dan wawancara tak terstruktur.
Wawancara adalah metode penilaian yang dilakukan melalui bercakap cakap atau Percakapan antara anak dengan guru baik didalam kelas maupun diluar kelas. Percakapan dangan berguna untuk menggali secara langsung tentang apa yang sedang dirasakan, dipikiran dan diinginkan anak. Dari percakapan kita akan dapat memperoleh gambaran tentang minat, motivasi dan kebutuhan kebutuhan anak. Pada saat melakukan percakapan sebaiknya guru selalu memegang daftar cek perkembangan anak, sehingga  segala hasilnya terd okumentasikan. Daftar cek yang diperlukan dalam rangka program sains dapat dilihat pada lampiran.
Wawancara kepada anak paud ini tentu saja bukan wawancara yang formal yang dilakukan kepada orang dewasa, karena apabila wawancara tersebut terkesan menjenuhkan maka anak kecil tersebut akan merasa bosan, dan terkadang merasa takut.
Wawancara adalah suatu tehnik penilain yang dilakukan dengan jalan percakapan (dialog) baik secara langsung (face to pace relition) secara langsung apabila wawancara itu dilakukan kepada orang lain misalnya kepada orang tuannya atau kepada temanya. Keberhasilan wawancara sebagai alat penilaian sangat dipengaruhi oleh beberapa hal :
a)      Hubungan baik pewawancara dengan anak yang diwawancarai. Dalam hal ini hendaknya pewawancara dapat menyesuikan diri dengan orang yang diwawancarai, jika kita bermaksud mewawancarai AUD tentu cara-cara yang dugunakan berbeda dengan yang dilakukan untuk wawancara. Wawancara untuk AUD biasanya dilakukan dengan bentuk dialog atau percakapan.
b)      Keterampilan pewawancara. Keterampilan pewawancara sangat besar pengaruhnya terhadap hasil wawancara yang dilakukan, karena guru perlu melatih diri agar meiliki keterampilan dalam melaksanakan wawancara. Jangan samapai dalam mewawancarai anak ada kesan bahwa kita sedang mengevaluasi anak, sehingga jawaban yang diberikan anak tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.
c)      Pedoman wawancara Keberhasilan wawancara juga sangat dipengaruhi oleh pedoman yang dibuat oleh guru sebelum guru melaksanakan wawancara harus membuat pedoman-pedoman secara terperinci, tentang pertanyaan yang akan diajukan. Misalnya guru harus menentukan tujuannya mewawancarai anak, aspek apa yang ingin ia evaluasi sehingga pertanyaan dalam bentuk dialog tersebut tepat sasaran sehingga tidak membuat anak bosan.
Adapun Keuntungan wawancara yaitu :
a)      Wawancara dapat memberikan keterangan keadan pribadi hal ini tergantung pada hubungan baik antara pewawancara dengan objek. Misalnya dalam PAUD dengan adanya hubungan baik antara guru dan walimurid, membuatnya terbuka dalam menyampaikan kekurangan dan kelebihan anaknya.
b)       Wawancara dapat dilaksanakan untuk setiap umur dan mudah dalam pelaksaannya untuk AUD dapat dilakukan dengan bentuk bercakap-cakap baik dikelas atau diluar kelas.
c)      Wawancara dapat dilaksanakan serempak dengan observasi.
d)      Data tentang keadaan individu lebih banyak diperoleh dan lebih tepat dibandingkan dengan observasi dan angket.karena jawabannya langsung kita ketahui melalui jawaban-jawaban yang diberikan responden secara langsung.
e)       Wawancara dapat menimbulkan hubungan yang baik antara si pewawancara dengan objek. Apabila wawancara tersebut lancrr, sehingga menambah rasa lebih dekat membuat suasana keakraban yang membantu pertumbuha dan perkembangan kearah yang lebih baik.
Sedangkan Kelemahan wawancara sebagai alat penilain
a.       Keberhasilan wawancara dapat dipengaruhi oleh kesediaan, kemampuan individu yang diwawancarai, misalnya ornag tua yang sibuk sehingga tidak bersedia diwawancarai ataupun memang orangtuanya yang bersikap acuh tak acuh.
b.       Kelancaran wawancara dapat dipengaruhi oleh keadaan sekitar pelaksaan wawancara, misalnya melakukan wawancara bukan di tempat yang kondusif seperti dikeramaian.
c.       Wawancara menuntut penguasaan bahasa yang baik dan sempurna dari pewawancara
d.       Adanya pengaruh subjektif dari pewawancara dapat mempengaruhi hasil wawancara, misalnya orang yang diwawancarai tidak bersikap jujur dalam memberikan jawaban.

b.      Penyusunan Panduan Wawancara di Tk
Penyusunan Panduan wawancara di TK dalam rangka evaluasi pembelajaran dapat saja dilakukan tergantung responden yang ingin diwawancarai, dalam mengevaluasi hasil belajar AUD yang bisa kita jadikan sebagai narasumber yaitu :
a.       Peserta didik itu sendiri
b.      Orangtua peserta didik
c.       Teman atau orang-orang disekitar peserta didik
Wawancara dilakukan secara informal dan bebas atau tidak terstruktur, hal ini sesuai dengan pernyataan Sudjana (2008) dalam wawancara bebas jawaban yang digunakan tidak dipersiapkan sehingga sumber bebas mengungkapkan pendapatnya. Wawancara merupakan kumpulan pertanyaan yang diajukan secara verbal kepada orang-orang yang dianggap dapat memberikan informasi atau penjelasan mengenai data yang diperlukan. Wawancara bersifat luwes dan terbuka sehingga memungkinkan kita mengembangkan pertanyaan-pertanyaan sesuai dengan data yang diperlukan dalam penelitian Denzin (Wiraatmaja, 2002: 117)  dalam http://repository.upi.edu/10100/4/t_ pd_0907674_chapter3.pdf.
1.      Penyusunan panduan mewawancarai anak Tk
a.       Perencanaan : perencanaan merupakan suatu strategi untuk mencapai suatu sasaran yang hendak dicapai. Karena itu perencanaan harus dibuat diawal suatu kegiatan tanpa menutup kemungkinanan untuk mengadakan perbaikan atau penyempurnaan ketika kegiatan itu dilaksanakan. Didalam perencanaan telah ditetapkan analisa awal mengapa melakukan wawancara, tujuan yang ingin dicapai, teknik wawancara yang digunakan (terstruktur dan tidak terstruktur), waktu pelaksanaan dan lembaran catatan pertayaan yang akan diajukan. Adapun hal-hal umum yang perlu diperhatikan guru adalah :
.
a)      Wawancara pada anak-anak akan memberikan beberapa informasi pada kita tentang persepsi mereka dari suatu permasalahan, pikiran dan perasaan mereka tentang mereka sendiri, dan kesan mereka dari situasi mereka dan hubungan atau pertemanan mereka. Untuk mendapatkan informasi tersebut tergantung pada tingkat perkembangan dan kemampuan berbahasa dan konseptual mereka. Sebagai seorang psikolog yang akan melakukan asesmen kita harus terampil dalam membuat anak mau mengungungkapkan pikiran dan perasaan mereka kepada kamu. Ketika melaksanakan suatu wawancara, ingatlah selalu perhatikan usia anak, pengalaman mereka, tingkat perkembangan kognitif mereka, dan kemampuan untuk mengatakan dirinya sendiri.
b)      Tidak seperti mewawancarai orang dewasa, karena keterbatasan mereka dalam memahami bahasa, mengungkapkan bahasa, kemampuan konseptual, dan memori. Jadi kita harus secara khusus berhati-hati tentang bagaimana kita bertanya pada mereka. Ingatlah bahwa anak mungkin tidak menyadari bahwa mereka memiliki masalah. Untuk mendekati anak, kita harus membantu mereka nyaman terlebih dahulu.
c)      Beberapa hal yang harus di perhatikan saat melakukan wawancara dengan anak: tempat atau situasi yang asing bagi mereka bisa membuat perilaku anak dalam wawancara mungkin berbeda dengan perilakunya sehari-hari atau di tempat lain, kapan waktu yang cocok untuk memulai wawancara, membuat tujuan dari wawancara awal dengan anak.
d)     Ada teknik umum dan dan teknik khusus untuk mewawancarai anak: cara yang paling umum untuk membantu anak megingat, berfikir, dan bercerita tentang diri mereka adalah dengan menanyakan pada mereka sebuah pertanyaan.  Sedangkan teknik khusus yang digunakan adalah:
-        Mempertimbangkan usia anak dan panjang dan lamanya wawancara berlangsung.
-        Membuat kalimat yang cocok sebagai pembuka wawancara.
-        Menggunakan bahasa dan intonasi yang sesuai.
-        Menghindari leading question.
-        Menanyakan contoh (perilaku mereka atau orang lain).
-        Terbukalah untuk apa yang anak ceritakan pada anda.
-        Buatlah komentar deskriptif,Gunakan refleksi.
-        Seringlah mengapresiasi anak dan  Hindari kalimat mengkritik.
-        Gunakan pertanyaan yang sederhana dan mudah difahami.
-         Buatlah pertanyaan dalam subjungtive mood (hipotetik) jika diperlukan.
-        Bijaksanalah Mengenal tanda ketidak nyamanan anak.
-         Gunakan, plastisin, krayon atau boneka untuk membantu anak bicara.
-        Gunakan teknik sentence-completion. Dab Gunakan kalimat fantasi.
e)      Di beberapa situasi reinforser sangat dibutuhkan untuk membantu kelancaran wawancara dengan anak.
f)       Lingkungan anak sangat penting dalam pembentukan kesulitan pada anak. Dengan meyuruh anak untuk menggambarkan ruangan yang ada di rumah mereka dan menyuruh mereka menceritakan tentang hal itu akan membantu dalam membangun repport dan informasi lain yang berguna dalam interpretasi. Kejadian mental seperti histori anak mengalami trauma otak juga penting digali.
g)      Selebihnya orang tua, guru, dan anggota keluarga adalah berperan sangat penting dalam memberikan informasi tentang anak. Maka wawancara terhadap mereka juga hal yang sangat diperlukan. Namun dengan tujuan dan jenis pertanyaan yang berbeda.
b.      Pelaksanaan
Seperti panduan diatas bahwa dalam mewawancarai anak dengan orang dewasa cara yang digunakan jauh berbeda, wawancara di Tk dapat dilakukan dengan dialog yang bersifat santai sehingga anak tanpa sadar  bahwa ia sedang dievaluasi. Hal lainnya adalah pendekatan intensif sebelum diadakan wawancara misalnya dengan memberikan pujian sehingga anak merasa diperhatikan misalnya :
Guru    : Tania tas barunya  bagus ya, beli dimana?
Tania   : beli di pasar.
Guru    : siapa yang membelikan?
Tania   : mama buk
Guru    : Tania suka binatang ya? tasnya ada gambar binatang
Tania   : suka buk guru,
Guru    : gambar hewan apa yang ada di tas Tania ?
Tania   : kucing buk guru.
Guru    : Tania suka kucing ?
Tania      : suka buk guru, soalnya dirumah Tania banyak kucing buk guru, canti- cantik buk, ada yang namanya dodit, didit dedet.
Pancing terus anak sehingga ini akan membantu anak megingat, berfikir, dan bercerita tentang diri mereka sehingga kita bias melihat kemapuan anak dan penggalian informasi  dalam rangka evaluasi pembelajaran diperoleh melalui wawancara dirasa telah cukup.
2.      Penyusunan panduan mewawancarai wali murid
Guru dan orangtua siswa adalah dua aspek yang tidak bisa dipisahkan. Keduanya adalah mitra sejajar yang berperan sangat penting dalam pendidikan seorang anak. Sekolah tidak mampu berjalan sendirian, orangtua pun tidak bisa berjalan sendiri melaksanakan pendidikan untuk anak-anaknya.
Guru dapat memperoleh tambahan pemahaman akan anak dalam konteks lingkungan anak dengan melibatkan keluarga dalam proses penilaian. Banner (1992) membahas pentingnya penilaian valid secara ekologi yang melibatkan analisis keluarga, budaya dan komunitas dan menganggap anak sebagai bagian dari lingkungan rumah dan komunitas, tidak sebagai individu terisolasi.(dalam Nurhaizah .2010. bahan ajar kolaborasi orangtua dan guru dalam PAUD)
Informasi mengenai kelebihan dan kebutuhan dapat di peroleh melalui berbagai macam metode, termasuk interview atau wawancara, hal awal yang perlu dipersiapkan adalah :
a)      perencanaan seperti yang telah dibahas pada perencanaan penyusunan panduan wawancara untuk anak didik hal-hal yang diharapkan hampir sama.
b)      Meminta persetujuan pihak terkait untuk bersedia diwawancarai, dan menentukan kapan waktu pelaksanaannya
c)      Merancang kuisioner, Kuisioner yaitu cara pengumpulan data tentang anak,dengan cara mengajukan beberapa pertanyaan kepada orang tua murid. Baik itu saat home visit maupun saat orangtua diundang ke TK, kita sebaiknya dalam membuat kuisioner janganlah sampai membuat orangtua risih dan merasa diadili, kita harus menciptakan suasana sesantai mungkin dalam Tanya jawab. jangan sampai pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan menyinggung perasaan lawan bicara dengan bertanya terlalu to the point . namun pada saat merancang kuisioner perlu dipikirkan pertanyaan-pertanyaan pembuka sebelum kita masuk kepada inti dari pertanyaan kita dengan menyapa orangtua murid, seperti :
·         “Oh…dengan ibuk Olivia ? oh… ibuk Olivia mamanya laudia ?”
Biasanya dimulai dengan sedikit basa-basi ringan untuk mencairkan hubungan, seperti menanyai pekerjaan dan hobi, tinggal pernah sekolah dimana, siapa tahu dengan pertanyaan seperti itu suasana akan mencair apalagi jika diketahui ada diantara bagian masalalu kita yang berhubungan seperti pernah satu sekolah.

Adapun contoh kuisioner untuk mendapat pengetahuan awal tentang menganalisis bagaimana cara orangtua mengenalkan huruf pada anak apakah lisan terlebih dahulu atau tulisan, sehingga dengan pertanyaan yang dibuat terjadi singkronisasi antara cara pengajaran guru dan orangtua sehingga tidak membuat anak linglung :
Adapun contoh kuisionernya tak terstruktur  adalah :
Permasalahan :  kemampuan menulis anak
a.       Olivia perkembangan bahsanya cukup bagus,namun perkembangan fisik motoriknya agak kurang (menulis), apa Olivia tidak senang menulis dirumah?
b.      Adakah ibu/ bapak membimbing Olivia dalam belajar?
c.       Bimbingan seperti apa yang ibu / bapak berikan dalam membantunya mengenal huruf ? (jika jawabannya tidak singkron dengan teknik pengajaran kita, maka berikan alasan logis dengan menunjukkan bukti yang akurat) seperti :
d.      Cara yang bapak ibuk ajarkan sudah baik, namun disekolah kami mengajarkanya begini ! apakah bapak / ibuk bisa membantunya dirumah ?
e.       Apakah Olivia memiliki sarana penunjang seperti alat permainan yang dapat menunjangnya dalam membaca dan menulis?
f.       Apakah anak ibuk memiliki teman dirumah ?
g.      Saat bermain permainan apa yang sering mereka mainkan ?
h.      Apakah dirumah anak bapak memiliki banyak buku anak-anak ?
Jika semua pertanyaan telah dijawab akhiri pertemuan dengan nada penuh pengharapan seperti mengulang saran yang diberikan kepada orangtua dan menutupnya dengan sopan.

Selain bentuk diatas untuk bentuk yang lebih format pedoman wawancara sebagai berikut :
PEDOMAN WAWANCARA
Orang Tua
         I.            Karakteristik Informan :
-        Identitas informan :
-        Nama :
-        Usia :
-        Pekerjaan :
-        Tempat tinggal :
-        Jumlah Anak :
-        Pendidikan terakhir :
-        Penghasila /bln :
-        Alamat/Telp :
      II.            PAUD
1.      Sejauh mana pemahaman bapak atau ibu mengenai pendidikan anak usia dini?
   III.            PARTISIPASI
A.    Perhatian dan Motivasi
1.      Bagaimana perhatian yang di berikan ibu jika anaknya sedang belajar disekolah ?
2.       Apakah ada batasan di sekolah jika ibu ingin memberi perhatian pada anak jiak ia sedang di sekolah ?
3.      Apa usaha ibu dalam memberi anak motivasi dalam bersekolah ?
B.     Keaktifan
1.      Seberapa aktif anak ibu datang ke PAUD Anisa untuk melakukan kegiatan belajar dan mengajar ?
2.      Apakah ada usaha dari ibu apabila anak mulai malas untuk datang ke sekolah? apa bentuk usaha tersebut ?
3.      Jika anak ibu tidak aktif dalam kelas apakah ada perhatian khusus dari tenaga pengajar ? jika ada seperti apa perhatian tersebut ?
C.     Tantangan atau Hambatan
1.      Apakah banyak hambatan pada anak yang dirasakan ibu dalam urusan belajar? jika memang banyak hambatan seperti apa yang dirasakan ?
2.       Sejauh mana ibu membantu jika anaknya menemui hambatan di dalam pelajaran sehingga anak merasa tertantang untuk menyelesaikannya ?
D.     Balikan atau Penguatan
1.      Hal yang paling sering ibu berikan pada anak jika anak bermasalah dalam rendahnya partisipasi belajar ?

   IV.            FAKTOR – FAKTOR SOSIAL (Sekolah, Masyarakat, Keluarga, dan anak itu sendiri)
A.    Yang berasal dari sekolah
1.      Bagaimana menurut ibu materi yang di berikan oleh para guru ?
2.      Bagaimana kondisi anak ibu antar teman sebaya di sekolah ?
3.      Bagaimana sarana yang diberikan di PAUD anisa ini untuk perkembangan anak?
4.       Bagaimana menurut ibu dengan cara mengajar para guru di sekolah ?
B.     Yang berasal dari lingkungan sosial (teman sebaya)
1.      Bagaimana interaksi anak ibu dengan teman sebayanya di luar sekolah ?
2.       Apakah ada di lingkungan rumah ibu anak yang seusia anak ibu tapi tidak bersekolah ? jika memang ada mengapa ? dan apakah menurut ibu itu berpengaruh pada anak ibu dalam bersekolah ?
C.    Yang berasal dari Keluarga
1.      Bagaimana kondisi dari keluarga ibu ?
2.      Bagaiman ibu menyikapi apabila anak ibu malas datang kesekolah ?
3.      Apakah dirumah jika anak – anak sedang menonton telivisi selalu ada pengawasaan?
4.      Apakah dalam keluarga ibu sering terjadi hal yang tidak di inginkan seperti pertengkaran dalam keluarga ? jika memang ada apakah berpengaruh pada rendahnya partisipasi anak untuk datang ke sekolah ?
D.    Yang berasal dari diri anak
1.      Bagaimana sikap anak di sekolah dengan di rumah ? apakah ada perbedaan ?
2.      Jika anak ibu bermasalah dalam keperibadiannya sejauh mana ibu mengatasinya ?

BAB II
PENUTUP
a.      Kesimpulan
Wawancara kepada anak paud ini tentu saja bukan wawancara yang formal yang dilakukan kepada orang dewasa, karena apabila wawancara tersebut terkesan menjenuhkan maka anak kecil tersebut akan merasa bosan, dan terkadang merasa takut.
Wawancara adalah suatu teknik pengumpulan data yang dapat dilakukan guru untuk mendapatkan informasi tentang perkembangan dan permasalahan anak dengan cara melakukan percakapan langsung, baik dengan anak ataupun orangtua. Dengan wawancara, guru dapat menggali lebih jauh kondisi objektif anak. Teknik wawancara terbagi atas dua bentuk, yaitu wawancara terstruktur (menggunakan daftar pertanyaan tertulis/kuisioner) dan wawancara tak terstruktur.
Penyusunan Panduan wawancara di TK dalam rangka evaluasi pembelajaran dapat saja dilakukan tergantung responden yang ingin diwawancarai, dalam mengevaluasi hasil belajar AUD yang bisa kita jadikan sebagai narasumber yaitu : Peserta didik itu sendiri, Orangtua peserta didik, Teman atau orang-orang disekitar peserta didik

Daftar Pustaka
Nurhafizah .2010. Bahan Ajar Kolaborasi Orangtua Dan Guru Dalam PAUD. UNP : Padang


               




2 komentar :