Kamis, 04 Desember 2014

EVALUASI PEMBELAJARAN AUD



EVALUASI PEMBELAJARAN AUD



DISUSUN OLEH :
SURYATI 1205126
RM / 2012


PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2014



PEMBAHASAN
TEKNIK EVALUASI
A.    Pengertian Teknik Evaluasi
Menurut Sujono (2011:62) istilah teknik dapat diartikan sebagai alat-alat. Jadi teknik evaluasi dalam TK adalah alat yang dipergunakan dalam rangka melakukan evaluasi dalam belajar.
 Berikut beberapa pengertian teknik menurut beberapa ahli yang sebagai berikut :
a)       Menurut Gerlach dan Ely (Hamzah B Uno, 2009:2) teknik adalah jalan, alat, atau media yang digunakan oleh guru untuk mengarahkan kegiatan peserta didik kearah tujuan yang ingin dicapai.
b)      Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005:158) teknik diartikan sebagai metode atau system mengerjakan sesuatu.
c)      Menurut Al Khazi (2010) teknik dapat diartikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam megimplementasikan suatu metode secara spesifik.
d)     Menurut Cecep (2008) teknik adalah cara kongkret yag dipakai saat proses pembelajaran berlangsung
e)      Menurut Edward M. Anthony teknik adalah suatu cara atau taktik yang digunakan oleh guru dalam mecapai hasil yang maksimal.

Jadi dapat disimpulkan dari pengertian teknik menurut beberapa ahli diatas bahwa teknik adalah cara, strategi, taktik, alat, system, yang digunakan dalam melakukan suatu evaluasi pembelajaran untuk mencapai hasil yang maksimal.
Contohnya, Teknik adalah cara yang dilakukan guru dalam rangka mengimplementasikan suatu metode. Misalnya, cara yang bagaimana yang harus dilakukan agar metode ceramah yang dilakukan berjalan efektif dan efisien? Bagaimana membuat suatu metode dan materi yang disampaikan lebih menarik. Hal yang mungkin kita lakukan adalah menggabungkan beberapa metode seperti metode tanya jawab dan metode bernyanyi

B.     Jenis-Jenis Pengumpulan Data
Beragam teknik dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang perkembangan dan pertumbuhan anak di TK. Teknik mengumpulkan informasi tersebut pada prinsipnya adalah cara penilaian kemajuan perkembangan dan  pertumbuhan anak berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dicapai. Penilaian kompetensi dasar dilakukan berdasarkan indikator-indikator  pencapaian hasil belajar yang memuat berbagai aspek perkembangan. Indikator-indikator pada setiap kompetensi dasar merupakan acuan yang digunakan untuk melakukan penilaian dengan menggunakan alat dan cara penilaian serta serangkaian prosedur.
Menurut Buchori dalam Daryanto (2007: 28) secara garis besar terdapat dua macam teknik evaluasi yaitu : teknik tes dan teknik non tes.
1.      Teknik non tes
Adapun beberapa teknik non tes yang diungkapkan Daryanto (2007: 33-) yang cocok dengan teknik evaluasi AUD adalah :
a)      Pengamatan atau observasi
Pengamatan atau observasi adalah suatu teknik yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan secara teliti serta pencatatan secara sistemati. Atau Pengamatan (Observasi) adalah cara pengumpulan data untuk memperoleh informasi melalui pengamatan langsung terhadap bidang pengembangan pembiasaan (agama, moral, sosial emosional, dan kemandirian) dan bidang pengembangan kemampuan dasar (kemampuan berbahasa, kognitif, fisik/motorik, dan seni) yang dilakukan sehari-hari secara terus menerus.
Agar observasi lebih terarah maka diperlukan buku bantu atau kertas catatan yang dikembangkan oleh guru untuk mencatat hal-hal yang dianggap dianggap perlu dan yang dituangkan dalam RKH.
 Ada 3 macam observasi :
1.      Obsevasi partisipan, yaitu observasi yang dilakukan oleh pengamat, tapi saat itu pengamat memasuki dan mengikuti kegiatan kelompok yang sedang diamati.
Misalnya : dalam mengembangkan aspek fisik motorik dengan bermain menggelindingkan bola, saat guru sebagai evaluator jangan hanya sekedar mengamati, namun turut serta dalam permainan tersebut.
2.      Observasi sistematik, yaitu observasi dimana factor-faktor yang diamati sudah didaftar secara sistematis dan sudah diatur menurut kategorinya, dimana guru berada diluar aktifitas yang dilakukan anak.
3.      Observasi eksperimental, yaitu observasi yang terjadi jika pengamat tidak berpartisipasi dalam kelompok. Dalam hal ini ia dapat mengendalikan unsure-unsur penting dalam situasi sedemikian rupa sehingga situasi itu dapat diatur sesuai dengan tujuan evaluasi.

b)      Catatan Anekdot (Anecdotal Record)
Catatan anekdot adalah catatan tentang sikap dan perilaku anak secara khusus yang terjadi pada anak secara insidental/tiba-tiba atau dalam situasi tertentu.
Contoh Format Catatan Anekdot
FORMAT CATATAN ANEKDOT
ANAK TK
Kelompok   :
Semester     :
Tahun pelajaran      :

Tanggal
Nama
Anak
Peristiwa
Tafsiran
Permasalahan
Tindak lanjut dan Pemecahan
07-11-2010
Tidak mau bernyanyi bersama-sama
Ia sakit panas
Membawa Tukul ke Puskesmas



c)      Penilaian Sikap
Penilaian sikap dapat dilakukan dengan observasi perilaku . Perilaku seseorang pada umumnya menunjukkan kecenderungan dalam sesuatu hal. Misalnya orang yang biasa minum kopi dapat dipahami sebagai kecenderungannya yang senang kepada kopi. Oleh karena itu, guru dapat melakukan observasi terhadap peserta didik  yang dibinanya. Hasil observasi dapat dijadikan sebagai umpan balik dalam pembinaan.  Observasi perilaku di sekolah dapat dilakukan dengan menggunakan buku catatan khusus tentang kejadian-kejadian berkaitan dengan peserta didik selama di sekolah. Berikut contoh format buku catatan harian :

No.
Hari/ Tanggal
Nama Siswa
Kejadian
(positif atau negatif)
Tindak Lanjut



Catatan dalam lembaran buku tersebut, selain bermanfaat untuk merekam dan menilai perilaku peserta didik sangat bermanfaat pula  untuk menilai sikap peserta didik serta dapat menjadi bahan dalam penilaian perkembangan peserta didik secara keseluruhan.
d)     Unjuk Kerja (Performance)
Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan anak dalam melakukan sesuatu, misalnya praktek menyanyi, olah raga, bermain peran, memperagakan seni. Penilaian unjuk kerja perlu mempertimbangkan aspek –aspek yang  diamati agar dapat dinilai. Teknik penilaian unjuk kerja dapat dilakukan dengan menggunakan alat atau format   instrumen daftar cek atau skala penilaian.
Contoh Penilaian Kinerja Bidang Pengembangan PEMBIASAAN : Pada indikator“Berdoa sebelum dan sesudah melaksanakan kegiatan kegiatan”

a.        Menggunakan Daftar Chek

DAFTAR PENILAIAN  BERDOA

No
Nama Siswa
ASPEK YANG DINILAI
Jumlah yang diperoleh
Keberanian
Pengucapan Benar
Hafal
Mimik Baik
о
О
о
о
1
2
3
dst
Catatan :
·         = Anak yang belum mencapai indikator seperti diharapkan dalam RKH atau dalam melaksanakan tugas selalu dibantu guru.
√      = Anak menunjukkan kemampuan sesuai dengan indikator yang tertuang dalam RKH.
0 = Anak yang sudah melebihi indikator yang tertuang dalam RKH atau mampu melaksanakan tugas tanpa bantuan secara tepat/cepat/ lengkap/benar.

b.        Menggunakan Skala Penilaian

FORMAT PENILAIAN BERNYANYI

No
ASPEK YANG DINILAI
NAMA SISWA
1
Keberanian
2
Berdiri Sempurna
3
Pengucapan Benar
4
Hafal Lagu
5
Irama/Nada Benar
6
Mimik Baik
Penjelasan:
Symbol diatas menunjukkan nilai yang diperoleh


e)      Hasil Karya (Product)
Hasil karya adalah hasil kerja anak setelah melakukan suatu kegiatan dapat berupa pekerjaan tangan atau karya seni. Penilaian hasil karya anak tidak  diperoleh dari hasil akhir saja tetapi juga proses pembuatannya.
Contoh format penilaian Produk :
Contoh Penilaian Produk Bidang Pengembangan  FISIK MOTORIK. Pada indikator “Membuat berbagai bentuk dengan menggunakan plastisin, playdough, tanah liat”

FORMAT PENILAIAN HASIL KARYA

No
Nama Anak
Aspek Yang Dinilai
Jumlah yang Diperoleh
IDE
Bentuk
Kerapihan
о
о
о
1
2
3

f)       Penugasan (Project)
Penugasan merupakan cara penilaian berupa pemberian tugas yang harus dikerjakan anak dalam waktu tertentu baik secara perorangan maupun kelompok. Misalnya melakukan percobaan menanam biji


2.      Teknik Tes
Teknik tes menurut Daryanto (2007: 33) Adalah suatu alat atau prosedur yang sistematis dan objektif untuk memperoleh data-data atau keterangan-keterangan yang inginkan tentang seseorang dengan cara yang boleh dikatakan tepat dan cepat.
Jadi dapat disimpulkan bahwa teknik tes adalah suatu alat pengumpulan informasi tetapi jika dibandingkan dengan alat-alat yang lain, tes ini bersifat lebih resmi karena penuh degan batasan-batasan.
 Menurut:http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PSIKOLOGI_PEND_DAN_BIMBINGAN/196103171987032A tes merupakan salah satu alat bantu yang dapat dipergunakan untuk mengidentifikasi permasalahan anak yang bersifat standar/baku. Bentuk tes ini dapat berupa pertanyaan-pertanyaan atau tugas –tugas yang harus dijawab atau dikerjakan anak serta dibatasi oleh waktu. Di antara beragam jenis tes yang banyak dipergunakan, di antaranya adalah:
a.       tes bakat;
b.       inteligensi;
c.        diagnostik;
d.      dan lain-lain.
Metode tes digunakan dengan alat penilaian berbentuk tes. Karena berbagai pertimbangan antara lain tujuan kegiatan anak TK, metode tes jarang sekali digunakan. Namun tidak tertutup kemungkinan guru menggunakan metode tes ini. Terdapat dua jenis tes, yaitu tes standard dan tes buatan guru. Tes standard terdiri dari tes intelegensi, minat, bakat kepribadian atau yang lainnya. Tes itu dihasilkan melalui prosedur yang panjang. Penggunaan tes standard tersebut hanya oleh orang-orang yang memiliki kualifikasi yang dituntut dalam penggunaan tes itu. Kalau guru ingin mengetahui potensi yang berhubungan dengan intelegensi atau lainnya itu, guru harus meminta bantuan ahlinya (psikolog anak). Guru hanya menggunakan hasil tes untuk lebih mengenali anak.
Tes buatan guru dapat dihasilkan oleh guru, termasuk guru TK. Menurut Soemiartini (2000) dalam mengembangkan tes ini, guru harus memilih secara cermat butir-butir pertanyaan yang berkaitan dengan tujuan yang hendak dicapai.
















































Tidak ada komentar :

Posting Komentar