EVALUASI PEMBELAJARAN AUD
DISUSUN OLEH :
SURYATI 1205126
RM / 2012
SURYATI 1205126
RM / 2012
PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2014
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2014
PEMBAHASAN
TEKNIK EVALUASI
A. Pengertian
Teknik Evaluasi
Menurut Sujono (2011:62) istilah teknik dapat
diartikan sebagai alat-alat. Jadi teknik evaluasi dalam TK adalah alat yang
dipergunakan dalam rangka melakukan evaluasi dalam belajar.
Berikut
beberapa pengertian teknik menurut beberapa ahli yang sebagai berikut :
a) Menurut Gerlach dan Ely (Hamzah B Uno, 2009:2)
teknik adalah jalan, alat, atau media yang digunakan oleh guru untuk
mengarahkan kegiatan peserta didik kearah tujuan yang ingin dicapai.
b) Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
(2005:158) teknik diartikan sebagai metode atau system mengerjakan sesuatu.
c) Menurut Al Khazi (2010) teknik dapat
diartikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam megimplementasikan suatu
metode secara spesifik.
d) Menurut Cecep (2008) teknik adalah
cara kongkret yag dipakai saat proses pembelajaran berlangsung
e) Menurut Edward M. Anthony teknik
adalah suatu cara atau taktik yang digunakan oleh guru dalam mecapai hasil yang
maksimal.
Jadi
dapat disimpulkan dari pengertian teknik menurut beberapa ahli diatas bahwa
teknik adalah cara, strategi, taktik, alat, system, yang digunakan dalam
melakukan suatu evaluasi pembelajaran untuk mencapai hasil yang maksimal.
Contohnya, Teknik adalah cara yang dilakukan guru dalam
rangka mengimplementasikan suatu metode. Misalnya, cara yang bagaimana yang
harus dilakukan agar metode ceramah yang dilakukan berjalan efektif dan
efisien? Bagaimana membuat suatu metode dan materi yang disampaikan lebih
menarik. Hal yang mungkin kita lakukan adalah menggabungkan beberapa metode
seperti metode tanya jawab dan metode bernyanyi
Di
postkan oleh http://ismailbugis.wordpress.com/2011/06/19/pengertian-strategi-pendekatan-model-teknik-dan-metode-pembelajaran/
B. Jenis-Jenis Pengumpulan
Data
Beragam teknik dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi
tentang perkembangan dan pertumbuhan anak di TK. Teknik mengumpulkan informasi
tersebut pada prinsipnya adalah cara penilaian kemajuan perkembangan dan
pertumbuhan anak berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus
dicapai. Penilaian kompetensi dasar dilakukan berdasarkan indikator-indikator
pencapaian hasil belajar yang memuat berbagai aspek perkembangan.
Indikator-indikator pada setiap kompetensi dasar merupakan acuan yang digunakan
untuk melakukan penilaian dengan menggunakan alat dan cara penilaian serta
serangkaian prosedur.
Menurut Buchori dalam Daryanto (2007: 28) secara
garis besar terdapat dua macam teknik evaluasi yaitu : teknik tes dan teknik
non tes.
1. Teknik
non tes
Adapun beberapa teknik non tes yang
diungkapkan Daryanto (2007: 33-) yang cocok dengan teknik evaluasi AUD adalah :
a) Pengamatan
atau observasi
Pengamatan atau observasi adalah suatu
teknik yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan secara teliti serta
pencatatan secara sistemati. Atau Pengamatan (Observasi) adalah cara pengumpulan data untuk
memperoleh informasi melalui pengamatan langsung terhadap bidang pengembangan
pembiasaan (agama, moral, sosial emosional, dan kemandirian) dan bidang
pengembangan kemampuan dasar (kemampuan berbahasa, kognitif, fisik/motorik, dan
seni) yang dilakukan sehari-hari secara terus menerus.
Agar
observasi lebih terarah maka diperlukan buku bantu atau kertas catatan yang
dikembangkan oleh guru untuk mencatat hal-hal yang dianggap dianggap perlu dan
yang dituangkan dalam RKH.
Ada 3 macam observasi :
1. Obsevasi
partisipan, yaitu observasi yang dilakukan oleh pengamat, tapi saat itu
pengamat memasuki dan mengikuti kegiatan kelompok yang sedang diamati.
Misalnya : dalam
mengembangkan aspek fisik motorik dengan bermain menggelindingkan bola, saat
guru sebagai evaluator jangan hanya sekedar mengamati, namun turut serta dalam
permainan tersebut.
2. Observasi
sistematik, yaitu observasi dimana factor-faktor yang diamati sudah didaftar
secara sistematis dan sudah diatur menurut kategorinya, dimana guru berada
diluar aktifitas yang dilakukan anak.
3. Observasi
eksperimental, yaitu observasi yang terjadi jika pengamat tidak berpartisipasi
dalam kelompok. Dalam hal ini ia dapat mengendalikan unsure-unsur penting dalam
situasi sedemikian rupa sehingga situasi itu dapat diatur sesuai dengan tujuan
evaluasi.
b) Catatan Anekdot (Anecdotal Record)
Catatan
anekdot adalah catatan tentang sikap dan perilaku anak secara khusus yang
terjadi pada anak secara insidental/tiba-tiba atau dalam situasi tertentu.
Contoh
Format Catatan Anekdot
FORMAT CATATAN ANEKDOT
ANAK TK
Kelompok :
Semester :
Tahun pelajaran :
Tanggal
|
Nama
Anak
|
Peristiwa
|
Tafsiran
Permasalahan
|
Tindak
lanjut dan Pemecahan
|
07-11-2010
|
Tidak mau bernyanyi bersama-sama
|
Ia sakit panas
|
Membawa Tukul ke Puskesmas
|
|
c) Penilaian Sikap
Penilaian
sikap dapat dilakukan dengan observasi perilaku . Perilaku seseorang pada
umumnya menunjukkan kecenderungan dalam sesuatu hal. Misalnya orang yang biasa
minum kopi dapat dipahami sebagai kecenderungannya yang senang kepada kopi.
Oleh karena itu, guru dapat melakukan observasi terhadap peserta didik yang dibinanya. Hasil observasi dapat
dijadikan sebagai umpan balik dalam pembinaan.
Observasi perilaku di sekolah dapat dilakukan dengan menggunakan buku
catatan khusus tentang kejadian-kejadian berkaitan dengan peserta didik selama
di sekolah. Berikut contoh format buku catatan harian :
No.
|
Hari/ Tanggal
|
Nama Siswa
|
Kejadian
(positif
atau negatif)
|
Tindak Lanjut
|
Catatan
dalam lembaran buku tersebut, selain bermanfaat untuk merekam dan menilai
perilaku peserta didik sangat bermanfaat pula
untuk menilai sikap peserta didik serta dapat menjadi bahan dalam
penilaian perkembangan peserta didik secara keseluruhan.
d) Unjuk Kerja (Performance)
Penilaian
unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan anak
dalam melakukan sesuatu, misalnya praktek menyanyi, olah raga, bermain peran,
memperagakan seni. Penilaian unjuk kerja perlu mempertimbangkan aspek –aspek
yang diamati agar dapat dinilai. Teknik penilaian unjuk kerja dapat
dilakukan dengan menggunakan alat atau format instrumen daftar cek
atau skala penilaian.
Contoh
Penilaian Kinerja Bidang Pengembangan PEMBIASAAN : Pada indikator“Berdoa
sebelum dan sesudah melaksanakan kegiatan kegiatan”
a. Menggunakan Daftar Chek
DAFTAR PENILAIAN BERDOA
No
|
Nama Siswa
|
ASPEK YANG DINILAI
|
Jumlah yang diperoleh
|
|||||||||||
Keberanian
|
Pengucapan Benar
|
Hafal
|
Mimik Baik
|
|||||||||||
•
|
√
|
о
|
√
|
О
|
•
|
√
|
о
|
√
|
о
|
|||||
1
|
||||||||||||||
2
|
||||||||||||||
3
|
||||||||||||||
dst
|
||||||||||||||
Catatan :
·
= Anak yang belum mencapai indikator seperti diharapkan
dalam RKH atau dalam melaksanakan tugas selalu dibantu guru.
√ = Anak
menunjukkan kemampuan sesuai dengan indikator yang tertuang dalam RKH.
0 = Anak yang
sudah melebihi indikator yang tertuang dalam RKH atau mampu melaksanakan tugas
tanpa bantuan secara tepat/cepat/ lengkap/benar.
b. Menggunakan Skala Penilaian
FORMAT
PENILAIAN BERNYANYI
No
|
ASPEK YANG DINILAI
|
NAMA SISWA
|
|||||||||||
1
|
Keberanian
|
||||||||||||
2
|
Berdiri Sempurna
|
||||||||||||
3
|
Pengucapan Benar
|
||||||||||||
4
|
Hafal Lagu
|
||||||||||||
5
|
Irama/Nada Benar
|
||||||||||||
6
|
Mimik Baik
|
||||||||||||
Penjelasan:
Symbol diatas menunjukkan nilai yang diperoleh
e) Hasil Karya (Product)
Hasil
karya adalah hasil kerja anak setelah melakukan suatu kegiatan dapat berupa
pekerjaan tangan atau karya seni. Penilaian hasil karya anak tidak diperoleh dari hasil akhir saja tetapi juga
proses pembuatannya.
Contoh
format penilaian Produk :
Contoh
Penilaian Produk Bidang Pengembangan FISIK MOTORIK. Pada indikator “Membuat
berbagai bentuk dengan menggunakan plastisin, playdough, tanah liat”
FORMAT PENILAIAN HASIL KARYA
No
|
Nama Anak
|
Aspek Yang Dinilai
|
Jumlah yang Diperoleh
|
||||||||
IDE
|
Bentuk
|
Kerapihan
|
|||||||||
•
|
√
|
о
|
•
|
√
|
о
|
√
|
о
|
||||
1
|
|||||||||||
2
|
|||||||||||
3
|
|||||||||||
f) Penugasan (Project)
Penugasan
merupakan cara penilaian berupa pemberian tugas yang harus dikerjakan anak
dalam waktu tertentu baik secara perorangan maupun kelompok. Misalnya melakukan
percobaan menanam biji
2. Teknik Tes
Teknik
tes menurut Daryanto (2007: 33) Adalah suatu alat atau prosedur
yang sistematis dan objektif untuk memperoleh data-data atau
keterangan-keterangan yang inginkan tentang seseorang dengan cara yang boleh
dikatakan tepat dan cepat.
Jadi
dapat disimpulkan bahwa teknik tes adalah suatu alat pengumpulan informasi
tetapi jika dibandingkan dengan alat-alat yang lain, tes ini bersifat lebih
resmi karena penuh degan batasan-batasan.
Menurut:http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PSIKOLOGI_PEND_DAN_BIMBINGAN/196103171987032A tes merupakan salah satu alat bantu
yang dapat dipergunakan untuk mengidentifikasi permasalahan anak yang bersifat
standar/baku. Bentuk tes ini dapat berupa pertanyaan-pertanyaan atau tugas
–tugas yang harus dijawab atau dikerjakan anak serta dibatasi oleh waktu. Di
antara beragam jenis tes yang banyak dipergunakan, di antaranya adalah:
a. tes bakat;
b. inteligensi;
c. diagnostik;
d. dan lain-lain.
Metode tes digunakan dengan alat penilaian
berbentuk tes. Karena berbagai pertimbangan antara lain tujuan kegiatan anak
TK, metode tes jarang sekali digunakan. Namun tidak tertutup kemungkinan guru
menggunakan metode tes ini. Terdapat dua jenis tes, yaitu tes standard dan tes
buatan guru. Tes standard terdiri dari tes intelegensi, minat, bakat
kepribadian atau yang lainnya. Tes itu dihasilkan melalui prosedur yang
panjang. Penggunaan tes standard tersebut hanya oleh orang-orang yang memiliki
kualifikasi yang dituntut dalam penggunaan tes itu. Kalau guru ingin mengetahui
potensi yang berhubungan dengan intelegensi atau lainnya itu, guru harus
meminta bantuan ahlinya (psikolog anak). Guru hanya menggunakan hasil tes untuk
lebih mengenali anak.
Tes buatan guru dapat dihasilkan oleh
guru, termasuk guru TK. Menurut Soemiartini (2000) dalam mengembangkan tes ini,
guru harus memilih secara cermat butir-butir pertanyaan yang berkaitan dengan
tujuan yang hendak dicapai.

Tidak ada komentar :
Posting Komentar