Kamis, 04 Desember 2014

Pengertian Evaluasi Pendididikan Dalam Proses Pembelajaran


 BAB 1
Evaluasi Pembelajaran
A.    Pengertian Evaluasi Pendididikan Dalam Proses Pembelajaran
Pengertian evaluasi menurut beberapa ahli
a.       Menurut tyler (1950) dalam Mahyudin (2008:5) evaluasi adalah sebuah prosesn pengumpulan data untuk menentukan sejauh mana, dalam hal apa, dan bagaimana tujuan pendidikan sudah tercapai. Jika belum, bagaimana yang belum ada apa sebabnya.
b.      Menurut NSW departemen of education (dikutip artur,1966) dalam Mahyudin (2005:6) evaluasi adalah proses pengumpulan data dan membuat keputusan tentang efektifitas program pembelajaran, kebijakan dan procedure.
c.       Menurut Hill (1993 ) dalam Mahyudin (2008 : 6) evaluasi adalah proses merangkum dan menginterprestasikan kejadian, dan membuat keputusan professional berdasarkan informasi yang telah dikumpulkan.
Dari pendapat beberapa ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa evaluasi adalah suatu proses untuk menentukan nilai suatu (tujuan, kegiatan,keputusan,orang, objek, dan lainnya) berdasarkan criteria tertentu melalui penilaian dan dilakukan secara berkala seperti evaluasi harian, mingguan, bulanan, semester dan tahun. Setelah itu dapat dilakukan merangkum,menilai dan mengambil keputusan berdasarkan hasil asesmen.
Contohnya dalam pendidikan anak usia dini, evaluasi dilakukan lebih kearah kualitatif (simbol) dari pada kuantitatif (angka/data). Dimana guru berusaha menilai perkembangan anak selama mengikuti kegiatan pada kelompok bermain yang merupakan suatu tanggung jawab dari guru pada orangtua. Yang diarahakan pada proses pembelajaran melalui bermain, berdasarkan penilaian yang dilakukan proses ini dapat diperoleh informasi tentangn kelemahan dan kelebihan program,guru,media dan lainnya dalam pembelajaran.
B.      Manfaat Evaluasi Pendidikan Di Tk
Menurut Daryanto (2007)  Manfaat evaluasi pendidikan adalah :
a.       bagi guru antara lain :
Guru mengetahui mulai dari tujuan, isi atau materi, media, sumber belajar yang digunakan apakah sudah sesuai atau belum dengan apa yang sudah direncanakan dan dilaksanakan. Jika belum maka guru bisa memberi perhatian yang memusat dan perubahan lainnya sehingga keberhasilan selanjutnya dapat diharapkan.
Contohnya jika guru merasa dengan tema binatang metode bercerita dan metode ceramah tidak cocok untuk pembelajaran saat itu, maka ia harus mencari metode yang lebih efektif agar pembelajaran berhasil.
b.      Bagi murid
Murid mengetahui sejauh mana ia berhasil dalam pembelajaran, apakah hasilnya memuaskan atau tidak memuaskan sehingga siswa akan mempunyai motivasi dalam belajar.
Contohnya : kegiatan menggambar, anak mendapat nilai bintang 3. Dengan mendapatkan bintang 3 tersebut anak menjadi lebih bersemangat dalam belajar. Sehingga anak secara tidak sadar dapat melatih kemampuan berbahasanya dengan menceritakan hasil yang ia dapat disekolahnya kepada kedua orang tuanya.
c.       Bagi sekolah
Untuk mengetahui apakah kondisi belajar yang diceritakan oleh sekolah sudah sesuai dengan harapan atau belum karena hasil belajar merupakan cermin kualitas suatu sekolah sehingga pihak sekolah termitivasi untuk memberikan sarana dan prasaranya yang lebih baik lagi untuk menunjang suasana pembelajaran yang kondusif dan aman disekolah tersebut.
C.    Pentingnya evaluasi pendidikan di TK
Menurut Daryanto (2007) pentingnya evaluasi pembelajaran adalah untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai tingkat pencapaian tujuan instruksional oleh siswa sehingga dapat diupayakan tindak lanjutnya. Seperti pemberian umpan balik setelah dilakukannya evaluasi contoh asesmen dari segi bahasa anak misalnya ada anak yang kurang percaya diri  berkomunikasi baik dengan teman ataupun didepan kelas, setelah dievaluasi umpan baliknya adalah anak lebih distimulasi contohnya dengan mengajaknya berbicara atau bercakap-cakap. Sehingga memunculkan sikap percaya diri pada anak.
D.    Pelaksanaan evaluasi pendidikan di TK
Penilaian di TK menggunakan tiga kegiatan utama yang merupakan rangkaian kerja yang dilakukan oleh pengamat atau guru, yaitu sebagai berikut
a)      Mengamati (observation) Kegiatan pengamatan adalah proses memperhatikan seseorang anak atau sekelompok anak saat melakukan suatu kegiatan bermain dan belajar
b)       Mencatat ( recording) Kegiatan mencatat adalah proses mendokumentasikan tentang kegiatan atau dalam suatu kegiatan tertentu yang teramati dengan baik baik yang bersifat positif maupun yang bersifat negative
c)      Melaporkan Kegiatan melaporkan adalah proses pengambilan keputusan  sebagai hasil pengamatan dan pencatatan yang terdahulu untuk selanjutnya diinformasikan kepada pihak orangbtua atau keluarga dalam bentuk laporan baik laporan tertulis maupun laporan lisan.
Teknik Pencatatan Terdapat pendekatan yang disesuaukan dengan kebutuhan dan peristiwa yaitu sebagai berikut :
a)      Guru selalu menyimpan kertas dan pensil dikantong atau saku untuk dapat menggambarkan kejadian penting dari sebuah ineraksi
b)       Menyimpan kertas dan pensil diruangan kelas untuk mencatat keterangan
c)      Ketika semua kegiatan selesai, catatan – catatan pendek tersebut disalin secara lebih terperinci dan detail kedalam sebuah buku besar untuk diarsipkan
d)     Membuat catatan harian untuk menggambarkan pengamatan spesifik dari kesan – kesan umum tentang suatu kegiatan pada hari tersebut
e)      Menggunakan kartu catatan perorangan untuk setiap anak.

E.     Prinsip-prinsip evaluasi pendidikan di TK
Prinsip-prinsip evaluasi anak di TK antara lain :
1.      Berpusat pada anak
Berarti pembelajaran dan semua yang menyertainya disesuaikan dengan kebutuhan, gaya, dan cara belajar, kemampuan, serta kondisi mental psikologis dan social anak dimana guru diharapkan benar-benar mengenali anak didiknya.
2.      Berkesinambungan
Dilakukan secara bertahap, dan terus menerus untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan proses belajar. Contohnya adanya laporan harian, mingguan, bulanan, semester, dan tahunan anak usia dini
3.      Lebih mementingkan proses dari pada hasil
Dimana penilaiannya dilakukan saat proses pembelajaran berlangsung bukan dilakukan seperti penilaian pada anak SD atau SMP yang menggunakan tes akhir.
4.      Objektif dan alamiah
Tidak bersifat mengada-ada. Maksudnya adalah kita memberikan penilaian tidak bergantung pada adanya hubungan emosional atau persaudaraan. Jangan Karena dia bukan saudara atau orang penting kita memberikan penilaian yang tidak mendidik.
5.      Mendidik
Penilaian yang dilakukan mampu memotivasi siswa atau orang tua agar lebih giat lagi dalam belajar. Penilaian bukan dimaksudkan memojokkan siswa, contohnya ada siswa yang kurang mampu dalam aspek kognitif jadi didalam laporan anak tersebut disampaikan dengan kata-kata yang mudah dimengerti dan mendidik.
6.      Konsisten danjujur
Guru dalam menilai harus bersikap jujur dimana tidak terpengaruh dengan tekanan apapun.
F.     Karakteristik evaluasi pendidikan di TK
Secara sederhana, Zainal Arifin (2011 : 69) mengemukakan karakteristik instrumen evaluasi yang baik adalah “valid, reliabel, relevan, representatif, praktis, deskriminatif, spesifik dan proporsional”.
1.      Kevalidan.
Valid artinya suatu alat ukur dapat dikatakan valid jika betul-betul mengukur apa yang hendak diukur secara tepat. Misalnya, alat ukur matapelajaran Ilmu Fiqih, maka alat ukur tersebut harus betul-betul dan hanya mengukur kemampuan peserta didik dalam mempelajari Ilmu Fiqih, tidak boleh dicampuradukkan dengan materi pelajaran yang lain. Validitas suatu alat ukur dapat ditinjau dari berbagai segi, antara lain validitas ramalan (predictive validity), validitas bandingan (concurent validity), dan validitas isi (content validity), validitas konstruk (construct validity), dan lain-lain.
2.      Realible.
Reliabel artinya suatu alat ukur dapat dikatakan reliabel atau handal jika ia mempunyai hasil yang taat asas (consistent). Misalnya, suatu alat ukur diberikan kepada sekelompok peserta didik saat ini, kemudian diberikan lagi kepada sekelompok peserta didik yang sama pada saat yang akan datang, dan ternyata hasilnya sama atau mendekati sama, maka dapat dikatakan alat ukur tersebut mempunyai tingkat reliabilitas yang tinggi.
3.      Relevan.
Relevan artinya alat ukur yang digunakan harus sesuai dengan standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator yang telah ditetapkan. Alat ukur juga harus sesuai dengan domain hasil belajar, seperti domain kognitif, afektif, dan psikomotor. Jangan sampai ingin mengukur domain kognitif menggunakan alat ukur non-tes. Hal ini tentu tidak relevan.
4.      Representatif.
Representatif artinya materi alat ukur harus betul-betul mewakili dari seluruh materi yang disampaikan. Hal ini dapat dilakukan bila guru menggunakan silabus sebagai acuan pemilihan materi tes. Guru juga harus memperhatikan proses seleksi materi, mana materi yang bersifat aplikatif dan mana yang tidak, mana yang penting dan mana yang tidak.
5.      Praktis.
Praktis artinya mudah digunakan. Jika alat ukur itu sudah memenuhi syarat tetapi sukar digunakan, berarti tidak praktis. Kepraktisan ini bukan hanya dilihat dari pembuat alat ukur (guru), tetapi juga bagi orang lain yang ingin menggunakan alat ukur tersebut.
6.      Deskriminatif.
Deskriminatif artinya adalah alat ukur itu harus disusun sedemikian rupa, sehingga dapat menunjukkan perbedaan-perbedaan yang sekecil apapun. Semakin baik suatu alat ukur, maka semakin mampu alat ukur tersebut menunjukkan perbedaan secara teliti. Untuk mengetahui apakah suatu alat ukur cukup deskriminatif atau tidak, biasanya didasarkan atas uji daya pembeda alat ukur tersebut.
7.      .Spesifik.
Spesifik artinya suatu alat ukur disusun dan digunakan khusus untuk objek yang diukur. Jika alat ukur tersebut menggunakan tes, maka jawaban tes jangan menimbulkan ambivalensi atau spekulasi.
8.      .Proporsional.
Proporsional artinya suatu alat ukur harus memiliki tingkat kesulitan yang proporsional antara sulit, sedang dan mudah. Begitu juga ketika menentukan jenis alat ukur, baik tes maupun non-tes.
G.    Penggunaan hasil evaluasi pendidikan di TK
Hasil evaluasi perkembangan anak usia dini dapat digunakan untuk keperluan: (a) administratif, (b) pembelajaran/kegiatan, (c) bimbingan dan penyuluhan, serta (d) penyelidikan.
a.       Kepentingan Administratif. Hasil evaluasi perkembangan anak usia dini secara administratif dapat digunakan untuk :
a)      laporan perkembangan (moral dan agama, kognitif, bahasa, fisik/motorik, sosial dan emosial, tingkah laku, minat, kecakapan, dsb.
b)      laporan kepada orang tua tentang perkembangan anak usia dini.
c)      laporan-laporan periodik tentang kemajuan lembaga.
b.      Kepentingan Pembelajaran/Kegiatan Hasil evaluasi perkembangan anak usia dini dapat digunakan untuk kepentingan pembelajaran/kegiatan, yakni:
a)      memberikan data yang dapat digunakan untuk memperbaiki dan mengembangkan pembelajaran/kegiatan.
b)      mengidentifikasi perkembangan anak usia dini dalam mengikuti pembelajaran/kegiatan.
c)      Kepentingan Bimbingan Penyuluhan Hasil evaluasi perkembangan anak usia dini dapat digunakan untuk pemberian bimbingan dan menganalisis diagnostik tentang permasalahan anak usia dini.
d)     Kepentingan Penyelidikan Hasil evaluasi perkembangan anak usia dini dapat digunakan untuk bahan penyelidikan terkait perkembangan anak usia dini. Penyelidikan ini dilakukan dalam upaya mengembangkan anak usia dini secara optimal.


BAB II
PENUTUP
A.    Kesimpulan
 evaluasi adalah suatu proses untuk menentukan nilai suatu (tujuan, kegiatan,keputusan,orang, objek, dan lainnya) berdasarkan criteria tertentu melalui penilaian dan dilakukan secara berkala seperti evaluasi harian, mingguan, bulanan, semester dan tahun. Setelah itu dapat dilakukan merangkum,menilai dan mengambil keputusan berdasarkan hasil asesmen
pentingnya evaluasi pembelajaran adalah untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai tingkat pencapaian tujuan instruksional oleh siswa sehingga dapat diupayakan tindak lanjutnya. Dengan mempertimbangkan karakteristik instrumen evaluasi seperti  “valid, reliabel, relevan, representatif, praktis, deskriminatif, spesifik dan proporsional”.
Hasil evaluasi perkembangan anak usia dini dapat digunakan untuk keperluan: (a) administratif, (b) pembelajaran/kegiatan, (c) bimbingan dan penyuluhan, serta (d) penyelidikan.

Daftar Pustaka
Daryanto.2007.Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta
Mahyuddin,Nenny.2008.Asesmen Anak Usia Dini.Padang : UNP Press



Tidak ada komentar :

Posting Komentar