Minggu, 23 November 2014

RESUME 3
HUBUNGAN GIZI DAN KECERDASAN
Description: D:\cetak_files\clip_image002.gif


                                                          Oleh       :
                                      SURYATI 1205126

DOSEN PEMBIMBING
Delfi Eliza,S.Pd., M,Pd

JURUSAN PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2014

HUBUNGAN GIZI DAN KECERDASAN
1.      Kebutuhan gizi anak usia 0-6 tahun hingga dewasa
a.      Referensi asupan gizi (RNI) untuk mineral
Usia
Kalsium mg/hari
Fosfor mg/hari
Mgnsium mg/hari
natrium
mg/hari
kalium  mg/hari
Klorida
Mg/hari
Besi
Mg/hari
Zink mg/hari
tembaga mg/hari
0-3 bln
525
400
55
210
800
320
1,7
4,0
0,2
4-6 bln
525
400
60
280
850
400
4,3
4,0
0,3
7-9 bulan
525
400
75
320
700
500
7,8
5,0
0,3
10-12bln
525
400
80
350
700
500
7,8
5,0
0,3
1-3 tahun
350
270
85
500
800
800
6,9
5,0
0,4
4-6 tahun
340
350
120
700
1100
1100
6,1
6,5
0,6
7-10tahun
550
450
200
1200
2000
1800
8,7
7,0
0,7
Pria









11-14 tahun
1000
775
280
1600
3100
2500
11,3
9,0
0,8
15-18 tahun
1000
775
300
1600
3500
2500
11,3
9,5
1,0
19-50 tahun
700
550
300
1600
3500
2500
8,7
9,5
1,2
50 +
700
550
300
1600
3500
2500
8,7
9,5
1,2
Wanita









11-14 tahun
800
625
280
1600
3100
2500
9,0
0,8
15-18 tahun
800
625
300
1600
3500
2500
7,0
1,0
19-50 tahun
700
550
270
1600
3500
2500
7,0
1,2
50 +
700
550
270
1600
3500
2500
8,7
7,0
1,2
Kehamilan









0-4 bulan
+550
+440
+50
*
*
*
*
+6
+0,3
4 bulan +
+550
+440
+50
*
*
*
*
+2,5
+0,3
Keterangan : * = tidak ada peningkatan
 = tidak cukup untuk wanita yang banyak kehilangan darah
Sumber : Barasi,Mery E.2007.Nutrition At A Glance.Jakarta : Erlangga hal : 134
b.      Referensi asupan gizi (RNI) untuk vitamin
Usia
Tamin mg/hari
riboflfin mg/hari
Niasin  mg/hari
vitamin B6
mg/hari
Vtamin B12 µg/hari
Folat
µg/hari
Vitamin C
Mg/hari
Viamin A µg/hari
Vitamin D µg/hari
0-3 bln
0,2
0,4
3
0,2
0,3
50
25
350
8,5
4-6 bln
0,2
0,4
3
0,2
0,3
50
25
350
8,5
7-9 bulan
0,2
0,4
4
0,3
0,4
50
25
350
7
10-12bln
0,3
0,4
5
0,4
0,4
50
25
350
7
1-3 tahun
0,5
0,6
8
0,7
0,5
70
30
400
7
4-6 tahun
0,7
0,8
11
0,9
0,8
100
30
400
-
7-10tahun
0,7
1,0
12
1,0
1,0
150
30
400
-
Pria









11-14 tahun
0,9
1,2
15
1,2
1,2
200
35
600
-
15-18 tahun
1,1
1,3
18
1,5
1,5
200
40
700
-
19-50 tahun
1,0
1,3
17
1,4
1,5
200
40
700
-
50 +
0,9
1,3
16
1,4
1,5
200
40
700
**
Wanita









11-14 tahun
0,7
1,1
12
1,0
1,2
200
35
600
-
15-18 tahun
0,8
1,1
14
1,2
1,5
200
40
600
-
19-50 tahun
0,8
1,1
13
1,2
1,5
200
40
600
-
50 +
0,8
1,1
12
1,2
1,5
200
40
600
**
Kehamilan

+0,3
*
*
*
+100
+100
10
0-4 bulan
+0,2
+0,5
+2
*
+0,5
+60
+30
+350
10
4 bulan +
+0,2
+0,5
+2
*
+0,5
+60
+30
+350
10
Keterangan = * adalah tidak ada peningkatan
** adalah 10 µg/hari untuk pria adan wanita kecuali usia 65 tahun.
*** adalah untuk trisemester terakhir
Sumber : Barasi,Mery E.2007.Nutrition At A Glance.Jakarta : Erlangga hal : 133
c.       Referensi asupan gizi (RNI) untuk protein
Usia
Asupan gizi g/hari
0-3 bln
12,5
4-6 bln
12,7
7-9 bulan
13,7
10-12bln
14,9
1-3 tahun
14,5
4-6 tahun
19,7
7-10tahun
28,3
Pria

11-14 tahun
42,1
15-18 tahun
55,2
19-50 tahun
55,3
50 +
53,5
Wanita

11-14 tahun
41,2
15-18 tahun
45
19-50 tahun
45
50 +
46,5
Kehamilan
+6
0-4 bulan
+11
4 bulan +
+8

Sumber : Barasi,Mery E.2007.Nutrition At A Glance.Jakarta : Erlangga hal : 133




d.      Perkiraan rata-rata (EAR) untuk Eergi

Usia
EAR MJ/Hari (kkal/hari)
Pria
Wanita
0-3 bln
2,28 (545)
2,16 (515)
4-6 bln
2,89 (690)
2,69 (645)
7-9 bulan
3,44 (625)
3,20 (765)
10-12bln
3,85 (920)
3,61 (865)
1-3 tahun
5,15(1230)
4,86 (1165)
4-6 tahun
7,16 (1715)
6,46 (1545)
7-10tahun
8,24 (1970)
7,28 (1740)
11-14 tahun
9,27 (2220)
7,72 (1845)
15-18 tahun
11,51 (2755)
8,83 (2110)
19-50 tahun
10,60 (2550)
8,10 (1940)
51-59 tahun
10,60 (2550)
8,00 (1900)
60-64 tahun
9,93 (2380)
7.99 (1900)
65-74 tahun
9,71 (23,30)
7,96 (1900)
75 tahun keatas
8,77 (2100)
7,61 (1810)
Kehamilan

+ (200)
1 bulan

+1.90 (450)
2 bulan

+2,20 (530)
3 bulan

+2,40 (570)
4-6 bulan (kel 1)

+2,00 (480)
4-6 bulan (kel 2)

+2,40 (570)
>6 bulan (kel 1)

+1,00 (240)
>6 bulan (kel 2)

+2,30 (550)
Sumber : Barasi,Mery E.2007.Nutrition At A Glance.Jakarta : Erlangga hal : 132


2.      Hubungan gizi dengan kecerdasan anak
Sebagaimana halnya dengan dengan organ-organ lain dalam tubuh, otak terutama berkembang pada awal kehidupan sampai periode tertentu dalam masa kehidupan seseorang. Pada fase ini terjadi berbagai keadaan, seperti pengaruh obat-obatan, radiasi, kekurangan oksigen dan kekurangan makanan atau zat makanan / zat gizi.  Sehingga otak mengalami mempengaruhi tumbuh kembang yang optimal sesuai dengan potensi genetik. Menurut Mutiara Nugraheni dalam pdf hal 8 Adapun hubungannya sebagai berikut :
a.       Protein
 Digunakan otak untuk membangun strukturnya sendiri, asam amino yang terkandung dalan protein beperan dalam pembentukan sel – sel neuron baru serta pembentukan dan perbaikan selubung mieling, yang akan memperlancar proses penyerapan dan pengolahan pesan dalam otak.
b.      Lemak
Hampir 60% lemak pada sistem syaraf diotak adalah asam lemak tak jenuh ganda yakni Omega 3 dan 6. Keduanya merupakan asam lemak esensial bagi tubuh dan kemudian diubah menjadi AA dan DHA sehingga berpengaruh pada ketajaman penglihatan dan tingkat kecerdasan bayi. Contoh makanan, telur, susu organik dan keju.
c.       Vitamin C dan B1
Fungsi vitamin adalah untuk membentuk enzim dalam proses metabolisme tubuh. Enzim ini berperan untuk mengatur reaksi – reaksi biokimia dalam otak bayi dan balita yang tumbuh dan berkembang pesat. Vitamin C memiliki khasiat sebagai antioksidan untuk melindungi sel-sel saraf otak. Sedangkan vitamin B1, berfungsi untuk mempertahankan stamina otak dan sel saraf. Contoh makanan, jeruk dan tomat.



d.      Zat besi
Zat memiliki peran sebagai pembawa oksigen untuk proses metabolisme otak. Poses ini mendukung kemampuan anak untuk berkonsentrasi dan berprestasi dalam belajar. Contoh makanan, kedelai dan hati ayam.
e.        Kolin
Kolin memegang peran penting sebagai komposisi utama membran sel normal serta menjaga keutuhan membran sel dalam proses-proses biologi, seperti rangsangan informasi, komunikasi intrasel dan bioenergi. Intinya, makanan yang mengandung kolin membantu memperkuat ingatan pada otak. Contoh makanan, telur dan gandum

3.      Permasalahan gizi di Indonesia.
Menurut Santoso (2010:2.19) mendefenisikan gizi adalah gangguan pada beberapa segi kesejahteraan perorangan atau masyarakat yang disebabkan oleh tidak terpenuhinya kebutuhan akan zat gizi yang diperoleh dari makanan. Adapun gejala klinis kurang gizi adalah akibat ketidakseimbangan yang lama antara manusia dan lingkungan hidupnya. Lingkungan hidup ini mencakup lingkungan alam,biologis, social budaya maupun ekonomi.
Secara nasional ada 4 masalah utama gizi di Indonesia yang tertera dalam Santoso (2010:2.19) adalah :
a.       Kurang kalori dan proten (KKP)
b.      Kekurangan vitamin A
c.       Kekurangan garam besi dan anemia gizi
d.      Gondok endemic (kekurangan yodiyium)
Menurut Santoso (2010:2.20) Kebanyakan indicator untuk menentukan apakah seseorang dikatakan kurang gizi slalu menggunakan indicator klinik sedangkan factor lainnya jarang di bahas, adapun faktornya sebagai berikut :
a.       Masalah Gizi Karena Kemiskinan
Indikatornya adalah taraf ekonomi keluarga dan ukuran yang dipakai misalnya garis kemiskinan. Kemiskinan dibagi dua yaitu kemiskinan ekologi denganfaktor alam, meliputi kesuburan tanah, potensi air dan iklim dan daerah gondok endemic adalah daerah dimana potensi alamnya miskin garam mineral yodium.

b.      Masalah Gizi Karena Sosial Budaya
Indikatornya antara lain stabilitas keluarga dan ukuran dengan ukuran angka frekuensi nikah-cerai-rujuk. Anak-anak yang dilahirkan dilingkungan keluarga yang tidak stabil akan sagat rentan terhadap penyakit kurang gizi. Begitu juga factor demografi meliputi susunan dan pola kegiatan penduduk. Indicator sosial budaya lainnya terutama yang dapat memberikan cirri khusus pola setempat dan mempunyai sensivitas tinggi terhadap taraf gizi. Contoh ada suatu masyarakat yang memperbolehkan makan daging sapi dan ada yang tidak.

c.       Masalah Gizi Karena Pengetahuan Dan Keterampilan
Masalah gizi karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan para ibu memperlakukan bahan pangan dan mengolahnya contohnya memasak sayur terlalu lama sehingga menyebabkan vitamin yang ada akan berkurang, serta kesulitan ibu dalam member makan anak-anaknya, pengetahuan masyarakat dalam memanfaatkan potensi alam misalnya pekarangan rumah untuk menanam sayuran dan buah-buahan segar tanpa pestisida, serta keragaman bahan dan keragaman jenis makanan yang mempengaruhi kejiwaan misalnya kebosanan.
d.      Masalah Gizi Karena Pengadaan Dan Distribusi Pangan
Cadangan pangan berupa makanan pokok yang sesuai dengan pola konsumsi pangan setempat harus selalu tersedia minimalnya 10% dari total kebutuhan penduduk untuk menghadapi masa penceklik atau terjadinya suatu bencana.seperti didaerah terisolir papua karena transportasi disana masih minim sehingga untuk mencapai daerah terpencil untuk menyalurkan bantuan makanan sangat susah.
e.       Masalah Gizi Karena Bencana Alam dan konflik
Seperti bencana gunung meletus di sinabung dan merapi yang terjadi cukup lama sehingga masyarakat tidak dapat melakukan aktifitas dan hanya menunggu uluran bantuan orang lain karena tempat tinggal dan mata pencaharian mereka tidak lagi dapat difungiskan semestinya. Sehingga kecukupan makanan berkurang akibatnya gizi terabaikan.
Untuk perang atau konflik bias kita lihat anak-anak palestina yang banyak kekurangan gizi akibat kelaparan karena perang, baik itu disebabkan pengadaan dan distribusi makanan karena Negara mereka dalam keadaan konflik.
4.      Pengaruh gizi dan stimulasi pada tumbuh kembang otak dan kecerdasan anak.
Menurut Atien Nur Chamidah dalam pdf  yang berjudul Pentingnya Stimulasi Dini BagiTumbuh Kembang Otak Anak mengungkapkan Gizi merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap proses tumbuh kembang anak. Selama berada dalam kandungan, anak tergantung pada zat gizi yang terdapat dalam darah ibu, sedangkan setelah lahir kebutuhan gizi anak tergantung pada tersedianya bahan makanan dan kemampuan saluran cerna. Selain penyakit infeksi, keadaan gizi ibu yang kurang baik selama hamil dan pola makan bayi yang salah merupakan penyebab kegagalan pertumbuhan anak di Indonesia.
Pemenuhan gizi yang baik sangat berperan dalam pencapaian pertumbuhan badan yang optimal, termasuk di dalamnya pertumbuhan otak anak. Perkembangan otak anak paling cepat terjadi pada trimester ketiga kehamilan sampai bayi berusia delapan belas bulan. Setelah masa tersebut otak masih tumbuh, tetapi dengan kecepatan yang semakin berkurang hingga usia 5 tahun. Oleh karena itu, orang tua harus memastikan bahwa pada masa tersebut kebutuhan gizi anak harus terpenuhi dengan lengkap. Kekurangan salah satu nutrisi dapat mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan anak terganggu. Terkait dengan kinerja otak, kekurangan gizi dapat mengurangi tingkat kerja neurotransmitter tertentu dan mempengaruhi perkembangan perilaku anak.

Menurut Barasi.(2007: 127).secara terperinci fungsi gizi untuk kecerdasan anak adalah :
a.       Peran asam lemak dalam struktur dan fungsi otak.
-        Asam linoleat dan asam µlinolenat yang berperan dalam membrane sebagai bagian dari molekel fosfolipid yang mengandung kolin yang mempengaruhi sifat alir membrane dan molekul yang terkait, pengangkut dan reseptor.berhubungan dengan daya tangkap anak dalam belajar.
-        Asam dokosahek saenoat dan asam arakidonat yang digunakan dalam prosuksi prostaglandin dan leukatrien yang berfungsi meregulasi molekul pembawa pesan kedua, jika terus distimulus anak akan cepat menangap pelajaran
b.      Peran vitamin dalam otak
-        Tiamin berperan dalam sistim saraf pusat sebagai metabolism glukosa bila kekurangannya dapat menimbulkan konduksi saraf buruk membuat penderita linglung (perasaan bingung), sindrom amnesia dengan hilang ingatan jangka pendek.
-        Riboflavia berperan dalam reaksi oksidasi-reduksi.
-        Niasin piridoksin berperan sebagai kofaktor dalam banyak reaksi transformasi asam amino.berhubungan dengan stress dan serangan kejang. 
-        Vitamin A berperan esensial pada retina kekurangan dapat menyebabkan buta senja.
-        Vitamin E peran antioksidan dalam melindungi asam lemak dalam membrane neuron sehingga memiliki peran pelindung terhadap penyakit Alzheimer.
c.       Peran mineral dalam otak
-        Besi berguna untuk sintesis neotransmiter dan memiliki efek pada kognisi, pemberian kadar tinggi dapat menyebabkan kerusakan oksidatif
-        Tembaga berfungsi sebagai kufaktor dalam kadar rendah dapat terserang penyakit menke, yaitu penyakit gangguan genetic langka. Dan dalam kadar tinggi menyebabkan kerusakan oksidatif.



















Sumber Rujukan
Barasi,Mery E.2007.Nutrition At A Glance.Jakarta : Erlangga
Santoso,Sugeng.2010.Kesehatan Dan Gizi.Jakarta : UT



Tidak ada komentar :

Posting Komentar